Lirik Lagu Sinopsis Film Gaya Hidup
Blackberry LG Mobile Nokia Samsung Sony Ericsson
Klasemen L.Italia Klasemen L.Inggris Jadwal Liga Italia Jadwal Liga Inggris
Resto Enak di Jakarta Resto Romantis di Jkt Hokben Delivery Bakmi GM Delivery PHD - Pizza Hut
Mei 13, 2009 | Rabu, Mei 13, 2009 | 2 Comments

Antasari Dituduh Citrakan Nasrudin Musuh Negara

Tersangka Antasari Azhar dituduh mencitrakan Nasrudin Zulkarnaen sebagai musuh negara. Dengan cara itu, Antasari membohongi kedelapan tersangka lainnya sampai akhirnya terjadi pembunuhan terhadap Nasrudin. Demikian rangkuman wawancara dengan Deni Pamungkas, pengacara tersangka Sigid Haryo, dan Doktor Adrianus Meliala, Kriminolog UI, Selasa (12/5). Pengacara Antasari, Juniver Girsang, membantah tuduhan tersebut dan menilainya lemah.

”Antasari mengatakan bahwa Nasrudin itu musuh negara, bukan hanya kepada kedelapan tersangka, tetapi juga kepada Kapolri Bambang Hendarso Danuri dan Menko Polhukam Widodo AS,” ungkap Adrianus.

Mantan penasehat ahli Kapolri ini memaparkan, pencitraan Antasari, Ketua KPK nonaktif, terhadap Nasrudin sebagai musuh negara ini bisa menyeret Antasari sebagai dalang pembunuhan Nasrudin.
”Antasari dengan sengaja membuat sugesti, lalu mengondisikan pencitraan tersebut sebelum akhirnya minta bantuan salah seorang tersangka untuk membunuh Nasrudin. Dengan dasar itu, polisi bisa menuduh dia sebagai dalang pembunuhan,” ucap Adrianus.

Deni pun membenarkan. Ia mengatakan, baik Sigid, Komisaris Utama PT Pers Indonesia Merdeka, maupun mantan Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Wiliardi Wizar mengaku, Antasari mengecap Nasrudin sebagai musuh negara.

Menurut Deni, Januari 2009, Antasari mengadu kepada Kapolri bahwa dirinya diteror. Diteror oleh siapa, Antasari tidak menyebutkan.

Tim investigasi

Karena pelaku terornya masih gelap, maka Kapolri kemudian membentuk tim tujuh yang kala itu dipimpin Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Chairul Anwar.

”Tim ini dibentuk untuk menginvestigasi siapa yang meneror Antasari. Bahkan klien saya mengaku ikut membantu biaya operasional tim ini. Klien saya mau membantu pendanaannya karena adanya sebutan, 'musuh negara',” ucap Deni.

Karena Antasari menganggap tim bentukan Kapolri lamban, maka Antasari minta tolong kepada Wiliardi.

”Klien saya memang kembali memberi bantuan dana berupa cek giro senilai Rp 500 juta kepada Wiliardi. Tetapi uang tersebut untuk membiayai usaha investigasi tentang siapa si musuh negara yang disebut-sebut Antasari itu. Jadi, bukan untuk membiayai pembunuhan,” tegas Deni.

Mata rantai

Adrianus membenarkan cerita Deni. Meski demikian, Deni dan Meliala mengakui, ada mata rantai yang hilang dalam kasus pembunuhan ini yang membuat perintah investigasi menjadi perintah eksekusi terhadap Nasrudin.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Wahyono menjelaskan, Antasari diduga minta bantuan Sigid untuk membereskan Nasrudin.

Sigid lalu melibatkan Wiliardi, pengusaha Jerry Kusmawan (52), dan Eduardus Ndopo Mbete alias Edo (38) sebagai perantara. Selanjutnya, Edo menyuruh empat pria membunuh Nasrudin. Keempat pria adalah Heri Santosa (34), Hendrikus Kia Walen (37), Fransiskus Tadon Kerans (38), dan Daniel Daen.

Deni menduga, tanpa sepengetahuan Wiliardi maupun Sigid, Antasari bertemu dengan tersangka Edo. Pertemuan inilah yang kemudian mengubah perintah investigasi menjadi perintah eksekusi terhadap Nasrudin,” tutur Deni.

Tentang hal ini, Adrianus berkata, ”Bahwa ada mata rantai yang hilang setelah Wiliardi, benar. Tetapi apakah mata rantai yang hilang ini menjelaskan perubahan perintah dari investigasi menjadi eksekusi, saya tidak tahu”.

Juniver menganggap tuduhan terhadap Antasari lemah. ”Seharusnya setelah klien saya minta perlindungan Kapolri, cerita selesai. Tidak ditarik-tarik sampai sejauh itu,” bantahnya.(kompas)

2 komentar:

Blog Watcher mengatakan...

CINTA BIRAHI ANTASARI

Antasari Azhar memang fenomenal. Menyala bagai api, melompat dari hati, membakar hangus koruptor lalu jatuh, menghilang menjadi abu. Hancur nama dan karirnya. Dia tersangka aktor intelektual pembunuhan Nasrudin, dengan latar cinta segitiga.

Benarkah pembunuh Nasrudin adalah Antasari??!!

Lepas dari persoalan pro dan kontra persoalan itu, ini adalah hasrat permasalahan cinta.

Cinta… selalu menghidangkan suatu madah tersendiri di segala lapisan masyarakat. Cinta selalu menguak rahasia alam dan misteri keabadian. Seperti tertulis dalam kisah Julius Caesar-Cleopatra, Bill Clinton-Monica Lewinski, Yahya Zaini-Maria Eva, Al Amin-Eifel, kini Antasari-Rani, semua berlatar belakang cinta.

Cinta telah membutakan mata meraka. Bagai setangkai mawar mekar indah, namun disekelilingnya dibangun pagai berduri. Mereka membabat habis pagar itu tanpa membiarkan ia berjalan dalam prosesi cinta.

Dari semua permasalahan,cinta selalu menampakkan fragment kekakuan, tiap-tiap segi permasalahan cinta membawa derita, memojokkan manusia menuju kehidupan yang serba fana.

Julius Cesar akhirnya hidup sendiri ditinggal mati Cleopatra, Al-amin dihukum 10 tahun penjara kemudian bercerai dengan kristina. Kini Antasari membunuh Nasrudin dengan latar cinta pula

Berkaca dari permasalahan itu semua, Mungkin kita harus belajar kembali apa itu cinta??!! seorang pujangga Yunani, Plato pernah berkata, bahwa cinta yang murni adalah cinta yang bebas dari pengaruh nafsu kekelaminan. Ajaran cinta ini dikatakan olehnya cinta para Dewata.

Pertanyaan besar dalam diri kita. Akankah kita harus kembali mengamalkan yang telah lama punah itu??!!

sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/

Anonim mengatakan...

@ Blog Watcher : Thank's buat commentnya sob, itulah kehebatan cinta sob, kadang smuanya dah terasa gelap...

Posting Komentar

 
Copyright BLOG COETANARIE © 2010 - All right reserved - Using Blueceria Blogspot Theme
info berita heboh terbaru Ramalan Zodiak tips-trik Job Vacancy Centre Scholarships Resources and Free Magazines