Lirik Lagu Sinopsis Film Gaya Hidup
Blackberry LG Mobile Nokia Samsung Sony Ericsson
Klasemen L.Italia Klasemen L.Inggris Jadwal Liga Italia Jadwal Liga Inggris
Resto Enak di Jakarta Resto Romantis di Jkt Hokben Delivery Bakmi GM Delivery PHD - Pizza Hut
Desember 18, 2008 | Kamis, Desember 18, 2008 | 0 Comments

Kehadiran Chrome Memanaskan Perang Browser

MOUNTAIN VIEW - Raksasa internet Google Inc memanaskan perang browser modern dengan merilis versi final browser Chrome. Browser Google tersebut hadir untuk menantang dominasi Internet Explorer (IE) produksi Microsoft Corp.

Perang browser pertama terjadi pada akhir 1990-an. Saat itu, IE berhasil menumbangkan dominasi browser produksi pionir web Netscape Communications Corp. Hingga saat ini, IE masih berjaya karena Microsoft membundel IE ke dalam Windows, sistem operasi yang digunakan sekitar 90% komputer yang ada di dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai browser alternatif memang sudah banyak bermunculan untuk menantang IE. Namun, IE tetap dominan karena sejumlah browser alternatif itu tidak menawarkan perubahan revolusioner.

Google pertama kali memperkenalkan Chrome pada 2 September 2008. Selama tiga bulan, Chrome hadir dalam versi percobaan. Google mengungkapkan, Chrome sudah dimanfaatkan lebih dari 10 juta pengguna aktif selama masa percobaan tersebut. Selama masa percobaan itu pula, Chrome telah mengalami 15 kali perbaikan, yang dilakukan berdasarkan masukan pengguna.

Merasa kondisi Chrome sudah prima, Google pun melepas versi final Chrome untuk menantang IE. Google menyatakan, Chrome versi final menjadi lebih stabil dan aman daripada Chrome versi percobaan. Di samping itu, Chrome versi Final juga berkinerja lebih baik dalam menampilkan video dan audio.

Google menambahkan, Chrome versi final juga mampu menampilkan halaman web dalam waktu lebih singkat. Dengan chrome, pengguna komputer bisa menjalankan banyak aplikasi yang sebelumnya hanya bisa berjalan setelah aplikasi itu diinstal ke komputer.

Google menyatakan, aplikasi berbasis web, seperti yang dapat dijalankan Chrome, pada suatu saat akan menggantikan aplikasi-aplikasi desktop, yaitu aplikasi yang harus diinstal dulu di komputer untuk berjalan.

Google meyakini, setiap aplikasi yang sebelumnya hanya dapat berjalan setelah diinstal di komputer pada akhirnya akan dapat dijalankan dengan web browser seperti Chrome. Dengan aplikasi berbasis web, pengguna komputer bisa mengakses aplikasi dan data di mana saja karena aplikasi dan data itu berada di internet.

"Para pengguna internet mendambakan browser yang ringan dan cepat untuk menjalankan aplikasi. Kelak, kita tidak perlu lagi menginstal aplikasi di komputer," sebut Sergey Brin, seorang pendiri Google Inc.

Analis Sterling Market Intelligence Greg Sterling menilai, peluncuran Chrome memicu kembali perang browser seperti yang terjadi pada akhir 1990-an.

Di samping harus bertarung dengan IE, Chrome juga harus melawan Firefox dari Mozilla Foundation dan Safari dari Apple Inc. Namun, Chrome memang harus menempuh perjalanan sangat panjang untuk menumbangkan pesaing. Sebab, firma riset Net Applications memperkirakan, Chrome saat ini baru menguasai pangsa pasar kurang dari 1%.

Pada saat yang sama, IE menguasai pangsa pasar sekitar 70%, Firefox sekitar 20%, dan Safari sekitar 10%. Ini bukan berarti Chrome tidak punya potensi. Apalagi IE tidak henti dirundung masalah. Pada pekan silam, produsen software antivirus Trend Micro Inc menemukan, versi terbaru IE, yaitu IE 7, ternyata memiliki celah keamanan membahayakan yang dapat dimanfaatkan penjahat untuk mengambil alih kendali komputer korban.

Microsoft memerlukan waktu sepekan untuk menambal lubang keamanan itu. Dalam waktu sepekan itu, Trend Micro menemukan, muncul sekitar 10.000 situs yang terinfeksi program jahat. Para penjahat menginfeksi situs-situs itu dengan program jahat agar ketika pengguna IE 7 membukanya, penjahat bisa membajak kendali komputer korban.

"Pengguna IE 7 harus segera menginstal patch (perbaikan) IE 7 karena celah keamanan IE 7 dieksploitasi secara aktif oleh para penjahat dan pada setiap hari ancaman semakin meningkat," ujar Advanced Threat Researcher Trend Micro Inc Paul Ferguson.

Security Response Communications Head Microsoft Corp Christopher Budd mengungkapkan, tim Microsoft sudah bekerja keras menambal celah keamanan IE 7. Namun, Trend Micro menilai, respons Microsoft terbilang lambat karena jutaan komputer di dunia terlanjur terinfeksi program jahat akibat celah keamanan tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright BLOG COETANARIE © 2010 - All right reserved - Using Blueceria Blogspot Theme
info berita heboh terbaru Ramalan Zodiak tips-trik Job Vacancy Centre Scholarships Resources and Free Magazines