Lirik Lagu Sinopsis Film Gaya Hidup
Blackberry LG Mobile Nokia Samsung Sony Ericsson
Klasemen L.Italia Klasemen L.Inggris Jadwal Liga Italia Jadwal Liga Inggris
Resto Enak di Jakarta Resto Romantis di Jkt Hokben Delivery Bakmi GM Delivery PHD - Pizza Hut
Oktober 24, 2008 | Jumat, Oktober 24, 2008 | 3 Comments

Microsoft Semakin Gencar Menantang Pembajakan

JAKARTA - Langkah Microsoft semakin gencar dalam memberantas pembajkaan software. Bahkan baru-baru ini mereka melakukan edukasi dan 'perlindungan' melalui jajaran reseller.


Microsoft menggelar Global Fair Play Day (GFPD) di Surabaya. Acara yang digelar secara stimultan di 49 negara di seluruh dunia ini bertujuan untuk mengedukasi sekaligus melindungi para pelanggan agar terhindar dari tindakan para reseller yang menawarkan software palsu sekaligus untuk melindungi para reseller yang menjual software asli.

Di wilayah Asia Pasifik, program ini dijalankan di Singapura, Indonesia dan Thailand. Melalui program ini Microsoft berkomitmen untuk bekerjasama dengan komunitas, pemerintah negara setempat, dan pihak yang berwajib di seluruh dunia, untuk melindungi para pelanggan dan mitranya serta mempromosikan nilai-nilai inovasi dari sebuah karya hak atas kekayaan intelektual.

"Pembajakan dan pemalsuan software sangat luar biasa dan telah menjadi perdagangan global yang berdampak negatif terhadap konsumen, bisnis dan perekonomian negara. Microsoft berkomitmen untuk bekerjasama dengan semua pihak agar dapat mengatasi industri yang illegal ini," ujar David Finn, associate general counsel untuk Worldwide Anti-Piracy and Anti-Counterfeiting, melalui keterangan resminya, Jumat (24/10/2008).

Menurutnya, melalui kemitraan, Microsoft berupaya untuk menekan pembajakan di seluruh dunia melalui sistem business intelligence, forensik dan edukasi. Bahkan mereka mengaku bahwa saat ini mereka sedang mengidentifikasi jaringan pemalsuan software internasional untuk menghentikan tindakan mereka dan melindungi konsumen, serta bisnis yang jujur dari perdagangan illegal ini.

Setelah di Surabaya, acara akan dilanjutkan ke kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Medan, Makassar dan Batam. Program ini akan dijalankan selama 3 bulan yaitu mulai bulan Oktober hingga akhir Desember 2008.

Bersamaan dengan itu Microsoft juga memberikan donasi berupa komputer kepada 3 lembaga non profit setempat untuk digunakan di Community Training Centre guna memberdayakan masyarakat petani di 6 lokasi. Kabarnya, komputer-komputer tersebut merupakan hasil dari kompensasi yang dikenakan kepada para reseller yang diketahui telah menjual software Microsoft bajakan melalui program DTPP (Dealer Trap Purchase Program).

Selain itu, Microsoft pun menggelar mystery shopping untuk mencari para reseller yang menjual software palsu, lalu mengumpulkan bukti-bukti serta menginformasikannya kepada pihak yang berwenang. Survei ini akan dilakukan secara berkesinambungan dan serentak di 5 kota yaitu Batam, Medan, Jakarta, Bandung dan Makasar mulai 1 Oktober hingga 30 Desember 2008. Program Mystery Shopper ini digelar atas permintaan para mitra Microsoft untuk mendukung para reseller yang berbisnis secara jujur.� Selain itu, sebuah program yang memastikan perakit komputer (system builder) menjual komputer yang terinstalasi software asli juga akan digalakkan. Hal ini karena banyak ditemukan penjualan komputer (PC) yang diinstal dengan software bajakan atau lisensi palsu.

Dari hasil survei yang dilakukan oleh Microsoft Indonesia melalui program Mystery Shopper yang diselenggarakan di mal-mal menunjukkan bahwa 40 persen dari para penjual software, menawarkan atau menjual software palsu. Software ini dibuat semirip mungkin dengan yang asli sehingga mengecohkan para pembeli karena mengira software tersebut adalah asli. Harga yang ditawarkan ke pembeli juga cukup tinggi untuk sebuah software palsu.

Secara global, sepertiga dari PC yang dijual memuat software yang tidak memiliki lisensi, bajakan atau palsu. Kerugian yang ditimbulkan dari hal ini sangat signifikan. Menurut hasil studi Fifth Annual BSA and IDC Global Software Piracy yang dirilis pada bulan Mei 2008 dinyatakan bahwa pada tahun 2007, kerugian ekonomi secara global yang ditimbulkan dari pembajakan software mencapai hampir USD50 miliar. Hal ini tentunya menciptakan sebuah ekosistem kemitraan yang tidak sehat.

Sumber : www.Okezone.com

3 komentar:

acy mengatakan...

mencopy karya orang lain(membajak) itu hal buruk, tapi kalo indonesia nggak bajak software yang harganya mahal itu kita juga nggak akan pernah belajar, bingung juga :)

gus mengatakan...

iyah, benar juga kata Acy...gmn ya...

Andre mengatakan...

@acy : Saya juga bingung ne, tapi saya juga setuju dengan yang acy bilang tuh, gimana kita bisa belajar denga haraga software yang begitu mahal...
gpplah dibilang membajak tapi kita bisa belajar kok..
heheheheh....

Posting Komentar

 
Copyright BLOG COETANARIE © 2010 - All right reserved - Using Blueceria Blogspot Theme
info berita heboh terbaru Ramalan Zodiak tips-trik Job Vacancy Centre Scholarships Resources and Free Magazines